Hak Pesangon PHK: Berapa yang Seharusnya Anda Terima?
Di-PHK adalah situasi berat. Tapi Anda punya hak yang dilindungi undang-undang — termasuk pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak. Ketahui hak Anda sebelum menandatangani apapun.
- Pesangon diatur dalam UU No.13/2003 jo. UU Cipta Kerja dan PP No.35/2021
- Ada 3 komponen: pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak
- Besaran bergantung pada alasan PHK dan masa kerja
- Jika tidak dibayar, bisa lapor ke Disnaker atau gugat ke Pengadilan Hubungan Industrial
1. Tiga Komponen Hak Pesangon
Banyak karyawan yang hanya tahu tentang "pesangon" — padahal sebenarnya ada tiga komponen yang bisa Anda tuntut:
A. Uang Pesangon (UP)
Komponen utama, dihitung berdasarkan masa kerja:
| Masa Kerja | Besaran Pesangon |
|---|---|
| Kurang dari 1 tahun | 1 bulan upah |
| 1 tahun – kurang dari 2 tahun | 2 bulan upah |
| 2 tahun – kurang dari 3 tahun | 3 bulan upah |
| 3 tahun – kurang dari 4 tahun | 4 bulan upah |
| 4 tahun – kurang dari 5 tahun | 5 bulan upah |
| 5 tahun – kurang dari 6 tahun | 6 bulan upah |
| 6 tahun – kurang dari 7 tahun | 7 bulan upah |
| 7 tahun – kurang dari 8 tahun | 8 bulan upah |
| 8 tahun atau lebih | 9 bulan upah |
B. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
| Masa Kerja | Besaran UPMK |
|---|---|
| 3 tahun – kurang dari 6 tahun | 2 bulan upah |
| 6 tahun – kurang dari 9 tahun | 3 bulan upah |
| 9 tahun – kurang dari 12 tahun | 4 bulan upah |
| 12 tahun – kurang dari 15 tahun | 5 bulan upah |
| 15 tahun – kurang dari 18 tahun | 6 bulan upah |
| 18 tahun – kurang dari 21 tahun | 7 bulan upah |
| 21 tahun – kurang dari 24 tahun | 8 bulan upah |
| 24 tahun atau lebih | 10 bulan upah |
C. Uang Penggantian Hak (UPH)
- Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur
- Biaya ongkos pulang ke tempat asal (jika dipekerjakan di luar domisili)
- Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja
2. Faktor Pengali Berdasarkan Alasan PHK
Besaran pesangon yang diterima tergantung pada alasan PHK. PP No.35/2021 mengatur pengali berbeda:
| Alasan PHK | Pengali UP | Pengali UPMK |
|---|---|---|
| Efisiensi / kerugian perusahaan | 0,5x | 1x |
| Perusahaan pailit | 0,5x | 1x |
| Penggabungan/akuisisi perusahaan | 1x | 1x |
| Karyawan mengundurkan diri (resign) | 0x | 1x |
| Karyawan meninggal dunia | 2x | 1x |
| PHK karena sakit berkepanjangan | 2x | 2x |
| Pensiun | 1,75x | 1x |
Jika PHK karena kesalahan berat karyawan (sesuai Pasal 52 PP 35/2021), perusahaan tidak wajib membayar UP — hanya UPMK dan UPH. Namun kesalahan berat harus dibuktikan dengan putusan pengadilan, bukan sekadar tuduhan perusahaan.
3. Contoh Cara Menghitung Pesangon
4. Apa yang Harus Dilakukan Jika Perusahaan Tidak Membayar?
Minta penjelasan tertulis dari perusahaan
Minta surat PHK resmi yang menyebutkan alasan dan komponen yang akan dibayar. Simpan semua dokumen.
Bicarakan secara bipartit
Negosiasi langsung antara karyawan dan perusahaan. Kalau berhasil, buat perjanjian tertulis. Wajib dilakukan sebelum ke langkah berikutnya.
Lapor ke Disnaker (mediasi tripartit)
Jika bipartit gagal, lapor ke Dinas Tenaga Kerja setempat dalam 30 hari. Mediator akan membantu mencapai kesepakatan.
Gugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)
Jika mediasi gagal, ajukan gugatan ke PHI. Prosesnya gratis untuk nilai gugatan di bawah Rp 150 juta. Bisa didampingi serikat pekerja atau pengacara.
- Jangan tanda tangani surat pengunduran diri jika Anda sebenarnya di-PHK — ini akan menghilangkan hak pesangon Anda
- Jangan tanda tangani kuitansi penerimaan pesangon sebelum Anda yakin jumlahnya benar
- Jangan lewati batas waktu — gugatan ke PHI harus diajukan dalam 1 tahun sejak hak timbul
- UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
- PP No.35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Istirahat, dan PHK